Mesin Pulper Kopi (Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah)

Mesin Pulper Kopi PD. Karya Mitra Usaha merupakan perusahan pabrikasi alat dan mesin pertanian yang berpusat dibogor sudah berdiri sejak tahun 2000 dan telah banyak memproduksi alat dan mesin pengolahan kopi hingga kepelosok negeri.

PD.Karya Mitra Usaha sudah sudah banyak menjual alat dan mesin pengolahan kopi dan telah dipakai ratusan pengusaha Indonesia.
Kami menjamin barang yang kami jual adalah yang terbaik dan telah di uji coba dari dinas pertanian
Untuk masalah harga, kami adalah salah satunya penjual mesin pengolahan kopi termurah dan terlengkap di Indonesia.

Kami telah banyak menjual mesin pengupas kulit kopi basah (ceri) ke pada para petani kopi, kelompok tani, pengusaha kopi, atau pun instansi negara.

Apa itu mesin pulper kopi ?
Mesin pulper kopi adalah teknologi mesin pengolahan kopi yang berfungsi untuk mengupas kulit biji kopi merah yang masih basah dan segar (ceri) dan secara otomatis terpisah biji kopi dan sampah kulit.

Secara umum dikenal dua cara mengolah buah kopi menjadi biji kopi, yakni proses basah dan proses kering.

Proses pengolahan Biji Kopi (Basah)

A. Sortir Biji Buah Kopi

Setelah buah kopi dipanen, segera lakukan sortasi. Pisahkan buah dari kotoran, buah berpenyakit dan buah cacat. Pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah (buah superior) dengan buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.

B. Pengupasan kulit buah

Kupas kulit buah kopi, disarankan dengan bantuan mesin pengupas. Terdapat dua jenis mesin pengupas, yang diputar guide dan bertenaga mesin. Selama pengupasan, alirkan air secara terus menerus kedalam mesin pengupas.

Fungsi pengaliran air untuk melunakkan jaringan kulit buah agar mudah terlepas dari bijinya. Hasil dari proses pengupasan kulit buah adalah biji kopi yang masih memiliki kulit tanduk, atau disebut juga biji kopi HS.

Berikut adalah katalog produk mesin pulper kopi (mesin pengupas kulit kopi basah) :

Alat Pengupas Kulit Kopi Basah Manual – Pulper Kopi Manual

Alat Pengupas Kulit Kopi Basah Manual
Alat Pengupas Kulit Kopi Basah Manual

Spesifikasi :
Size : 40 x 30 x 57 cm
Capacity : 125 Kg/Jam
Engine : Manual











Video Alat Pengupas Kulit Kopi Basah Manual – Pulper Kopi Manual

Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah – Mesin Pulper Kopi

Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah - Mesin Pulper Kopi
Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah – Mesin Pulper Kopi

Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar – Pulper Kopi
Mesin Pengupas Kulit Kopi dengan Motor Penggerak Honda GX 160 (5,5 HP)

Spesifikasi :
A. Dimensi
Unit Keseluruhan : 727 x 475 x 1110 mm
Bagian Pengeluaran Biji Kopi : 50 x 30 mm
Bagian Pengeluaran Kulit Kopi : 275 x 150 mm
B. Unit Penggerak
Jenis : Motor Bensin
Daya : 5.5 HP
C. Unjuk Kerja
Kapasitas : 250 – 368 Kg/Jam
Efisiensi Pengupasan : 93%

Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar – Mesin Pulper Kopi Beroda

Spesifikasi :
A. Dimensi
Unit Keseluruhan : 1190 x 600 x 1340 mm
Bagian Pengeluaran Biji Kopi : 50 x 30 mm
Bagian Pengeluaran Kulit Kopi : 275 x 150 mm
B. Unit Penggerak
Jenis : Motor Bensin
Daya : 5.5 HP
C. Unjuk Kerja
Kapasitas : 250 – 368 Kg/Jam
Efisiensi Pengupasan : 93%



Video Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar – Mesin Pulper Kopi Beroda


MESIN PENGUPAS KULIT KOPI BASAH BERODA (PULPER) HORJA CFE-EC32

MESIN PULPER KOPI HORJA CFE-EC32
MESIN PULPER KOPI HORJA CFE-EC32

MESIN PENGUPAS KULIT KOPI BASAH BERODA ( PULPER )
HORJA CFE-EC32
Ukuran ( P x L x T ) : 1190 x 600 x 1345 mm
Berat : 119 Kg
Mesin Penggerak : Motor Bensin 6.5 HP Shark SE168X
Kapasitas : 410,77 Kg/Jam
No. Test Report : 521.31/43/PLT/Mektan/PKB/2017



MESIN PENGUPAS KULIT KOPI BASAH (PULPER) HORJA CFE-EC36

MESIN PULPER KOPI HORJA CFE-EC36
MESIN PULPER KOPI HORJA CFE-EC36

MESIN PENGUPAS KULIT KOPI BASAH ( PULPER )
HORJA CFE-EC36
Ukuran ( P x L x T ) : 727 x 475 x 1110 mm
Berat : 102 Kg
Mesin Penggerak : Motor Bensin 6.5 HP Shark SE168X
Kapasitas : 403,31 Kg/Jam
No. Test Report : 521.31/47/PLT/Mektan/PKB/2017



Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar – Mesin Pulper Kopi Kapasitas Besar

Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar - Mesin Pulper Kopi Kapasitas Besar
Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar – Mesin Pulper Kopi Kapasitas Besar

Mesin Pulper Kopi Besi dengan Motor Pengerak Diesel Shark 12-13 HP, Kapasitas 600 Kg/jam
Spesifikasi :
Dimensi Keseluruhan (PxLxT) : 1150 x 995 x 1330 mm
Motor Penggerak : Diesel Shark 12-13 Hp
Corong Pemasukan (PxLxT) : 575x400x280mm
Silinder Pengupas : Ф 200 mm, P : 275 mm
Corong Pengeluaran (Outlet) Biji Kopi (PxLxT) : 75×40 mm
Corong Pengeluaran (Outlet) Kulit Kopi (PxL) : 400×170 mm
Kapasitas Masukan : 600 kg/jam
Mempunyai Test Report

Video Mesin Pengupas Kulit Kopi Merah Segar – Mesin Pulper Kopi Kapasitas Besar


Mesin Pulper Kopi Besi dengan Motor Pengerak Diesel KUBOTA RD65DI-1S (6,5 Hp), Kapasitas 641,22 Kg/jam

Mesin pengupas kulit kopi basah Besi Kapasitas 600 kg
Mesin pengupas kulit kopi basah Besi Kapasitas 600 kg

Spesifikasi :
Dimensi Keseluruhan (PxLxT) : 1020 x 930 x 1325 mm
Motor Penggerak : Diesel KUBOTA RD65DI-1S (6,5 Hp)
Dimensi Penggerak (PxLxT) : 710 x 315 x 450 mm
Corong Pemasukan (PxL) : 575 x 400 mm
Silinder Pengupas : Ф 290 mm, P : 275 mm
Corong Pengeluaran (Outlet) Biji Kopi (PxL) : 75 x 40 mm
Corong Pengeluaran (Outlet) Kulit Kopi (PxL) : 400 x 170 mm
Diameter Puli : 350 mm
Kapasitas Masukan : 641,22 Kg/jam
Kopi HS Utuh : 100%
Berat Keseluruhan : 207 Kg
Mempunyai Test Report

Video Mesin Pulper Kopi Besi Kapasitas 600 kg


Mesin Pengupas Kulit Kopi Segar – Mesin Pulper Kopi Stainless

Mesin Pengupas Kulit Kopi Segar - Mesin Pulper Kopi Stainless
Mesin Pengupas Kulit Kopi Segar – Mesin Pulper Kopi Stainless

Spesifikasi :
Size LxWxH : 72 x 47 x 110 cm
Capacity : 250 – 280 Kg/Hour
Engine : Honda GX 150 – 5,5 HP
Terkupas : 93 % (Hasil uji)
Test Report









Video Mesin Pengupas Kulit Kopi Segar – Mesin Pulper Kopi Stainless

Berikut adalah 3 cara umum pengupasan biji kopi:

Metode Kering (Dry / Natural Process)

Metode kering adalah metode pengupasan kopi yang paling tua, paling sederhana, dan paling mudah untuk dijelaskan

Cherry kopi matang yang telah dipanen langsung dijemur selama 2-4 minggu untuk mengurangi kadar air hingga 10-12%. Lamanya penjemuran tergantung pada kondisi cuaca dan curah hujan. Selama penjemuran, kopi dibalik secara rutin agar tingkat kekeringannya tidak belang. Petani di Ethiopia dan Brazil banyak menggunakan metode natural karena iklimnya yang kering dan kesulitan air.

Pengupasan kulit buah dan gabah dilakukan sekaligus karena kulit buah yang sudah kering menempel pada kulit gabah. Cara ini pun dianggap paling ramah lingkungan karena tidak menyisakan air limbah pengolahan. Namun green bean hasil pengupasan natural perlu diistirahatkan (resting) lebih lama sebelum akhirnya disangrai.

Walaupun saat ini lebih banyak diterapkan pada biji kopi robusta namun kesadaran lingkungan mulai membuat petani menggunakan metode ini pada biji kopi arabika.

Metode kering akan menghasilkan kopi dengan rasa buah yang lebih kuat, halus, body yang tebal, dan rasa yang kompleks.

Metode Basah (Wet / Wash Process)

Metode basah tergolong baru dalam pengupasan biji kopi. Dinamakan ‘basah’ karena biji kopi selalu bersentuhan dengan air selama proses pengupasan. Metode basah membutuhkan hingga 6 liter air per 1 kilogram kopi, sehingga lebih banyak diterapkan untuk kopi arabika karena harga jualnya yang lebih tinggi daripada robusta.

Pembeda utama antara metode basah dengan kering adalah urutan pengupasan kulit buah. Ceri kopi yang baru dipanen dimasukkan ke saluran air yang mengarah ke mesin depulping sehingga pulp akan terpisah dari biji. Pulp sisa pengupasan tersebut biasa digunakan sebagai pakan ternak atau bahan kompos.

Biji kopi selanjutnya direndam air selama 12-36 jam. Tujuan dari perendaman ini adalah untuk memfermetasi biji kopi dan untuk menghilangkan lendir (mucilage). Bak rendam sesekali diaduk dan airnya diganti sesuai tingkat fermentasi yang diinginkan. Fermentasi yang terlalu lama akan menghasilkan kopi yang masam dan tidak enak. Tahap fermentasi selesai ketika lendir hilang dan biji kopi terasa kesat.

Limbah air yang digunakan untuk mencuci lendir kopi adalah salah satu efek buruk pengolahan kopi dengan metode basah. Untungnya, saat ini telah dikembangkan teknologi yang dapat menghemat air dengan cara mengurangi, mendaur ulang, dan menyaring air limbah.

Setelah fermentasi selesai, biji kopi dijemur untuk mengurangi kadar air hingga 10-12% yang dilanjutkan dengan proses hulling untuk menghilangkan kulit tanduk yang masih tersisa.

Fermentasi terkontrol pada metode basah akan menghasilkan kopi dengan body yang ringan, dan acidity yang lebih menonjol.

Metode Hibrid (Pulped Natural / Honey Process)

Metode hibrid menggabungkan keunggulan metode basah dan metode kering. Brazil terkenal karena memperkenalkan metode pulped natural, mengupas kulit buah tanpa membersihkan getah saat biji kopi dijemur. Indonesia pun boleh bangga karena mempunya metode ‘Giling Basah / Wet Hulled‘, yang biasa dipakai oleh petani di Sumatera untuk mempercepat masa penjemuran yang berefek pada naiknya body.

Diawali seperti metode basah, buah kopi hasil panen dimasukkan ke mesin depulping. Bedanya adalah selesai dikupas, biji kopi tidak didiamkan untuk difermentasi melainkan langsung dijemur untuk dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 10-12%. Pada tahap ini, fermentasi tetap terjadi karena lendir yang mengandung gula masih menempel di biji kopi. Namun kadarnya tidak sebanyak pada tahap basah. Selanjutnya biji kopi masuk ke mesin hulling untuk menghilangkan kulit tanduk yang tersisa.

Pulped natural, honey process, dan giling basah adalah tiga dari banyaknya variasi proses hibrid. Bisa dibilang tidak ada batasan aturan dalam melakukan proses ini, tergantung kondisi alam hingga rasa apa yang diharapkan muncul.

PD.Karya Mitra Usaha adalah perusahaan alat dan mesin pengolahan kopi.
Kami menjual dan memproduksi alat dan mesin pengolahan kopi seperti:

  1. Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah (Mesin Pulper Kopi)
  2. Mesin Pencuci Kopi (Washer Kopi Machine)
  3. Mesin Pengupas Kulit Ari/Cangkang Kopi Kering (Mesin Huller Kopi)
  4. Mesin Pengering Biji Kopi (Box Dryer Machine)
  5. Mesin Sangrai Biji Kopi (Mesin Roasting Kopi)
  6. Mesin Pengayak Biji Kopi (Mesin Sortasi Biji Kopi)
  7. Mesin Penggiling/Pembubuk Kopi (Coffee Grinder)
  8. Mesin Pengayak Bubuk Kopi
  9. Mesin Pengemas Kopi
  10. Mesin Pembuat Kopi (Coffee Maker)
  11. Timbangan Duduk
  12. Alat Ukur Kadar Air Kopi)
  13. Mesin Jahit Karung

Biaya produksi proses basah lebih mahal dibanding proses kering. Proses basah sering dipakai untuk mengolah biji kopi arabika. Alasannya, karena kopi jenis ini dihargai cukup tinggi. Sehingga biaya pengolahan yang dikeluarkan masih sebanding dengan harga yang akan diterima. Berikut tahapan untuk mengolah biji kopi dengan proses basah.

Proses pengolahan biji kopi (Basah)

a. Sortasi buah kopi

Setelah buah kopi dipanen, segera lakukan sortasi. Pisahkan buah dari kotoran, buah berpenyakit dan buah cacat. Pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah (buah superior) dengan buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.

b. Pengupasan kulit buah

Kupas kulit buah kopi, disarankan dengan bantuan mesin pengupas. Terdapat dua jenis mesin pengupas, yang diputar manual dan bertenaga mesin. Selama pengupasan, alirkan air secara terus menerus kedalam mesin pengupas.

Fungsi pengaliran air untuk melunakkan jaringan kulit buah agar mudah terlepas dari bijinya. Hasil dari proses pengupasan kulit buah adalah biji kopi yang masih memiliki kulit tanduk, atau disebut juga biji kopi HS.

c. Fermentasi biji kopi HS

Lakukan fermentasi terhadap biji kopi yang telah dikupas. Terdapat dua cara, pertama dengan merendam biji kopi dalam air bersih. Kedua, menumpuk biji kopi basah dalam bak semen atau bak kayu, kemudian atasnya ditutup dengan karung goni yang harus selalu dibasahi.

Lama proses fermentasi pada lingkungan tropis berkisar antara 12-36 jam. Proses fermentasi juga bisa diamati dari lapisan lendir yang menyelimuti biji kopi. Apabila lapisan sudah hilang, proses fermentasi bisa dikatakan selesai.

Setelah difermentasi cuci kembali biji kopi dengan air. Bersihkan sisa-sisa lendir dan kulit buah yang masih menempel pada biji.

d. Pengeringan biji kopi HS

Langkah selanjutnya biji kopi HS hasil fermentasi dikeringkan. Proses pengeringan bisa dengan dijemur atau dengan mesin pengering. Untuk penjemuran, tebarkan biji kopi HS di atas lantai jemur secara merata. Ketebalan biji kopi sebaiknya tidak lebih dari 4 cm. Balik biji kopi secara teratur terutama ketika masih dalam keadaan basah.

Lama penjemuran sekitar 2-3 minggu dan akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air berkisar 16-17%. Sedangkan kadar air yang diinginkan dalam proses ini adalah 12%. Kadar air tersebut merupakan kadar air kesetimbangan agar biji kopi yang dihasilkan stabil tidak mudah berubah rasa dan tahan serangan jamur.

Untuk mendapatkan kadar air sesuai dengan yang diinginkan lakukan penjemuran lanjutan. Namun langkah ini biasanya agak lama mengingat sebelumnya biji kopi sudah direndam dan difermentasi dalam air.

Biasanya, pengeringan lanjutan dilakukan dengan bantuan mesin pengering hingga kadar air mencapai 12%. Langkah ini akan lebih menghemat waktu dan tenaga.

e. Pengupasan kulit tanduk

Setelah biji kopi HS mencapai kadar air 12%, kupas kulit tanduk yang menyelimuti biji. Pengupasan bisa ditumbuk atau dengan bantuan mesin pengupas (huller). Dianjurkan dengan mesin untuk mengurangi resiko kerusakan biji kopi. Hasil pengupasan pada tahap ini disebut biji kopi beras (green bean).

f. Sortasi akhir biji kopi

Setelah dihasilkan biji kopi beras, lakukan sortasi akhir. Tujuannya untuk memisahkan kotoran dan biji pecah. Selanjutnya, biji kopi dikemas dan disimpan sebelum didistribusikan.

10 Provinsi Penghasil Kopi Terbesar di Indonesia

Sumatera Selatan merupakan lumbung kopi terbesar di Indonesia. Provinsi dengan ibu kota Palembang tersebut memproduksi kopi seberat 184.168 ton pada 2018. Jumlah tersebut setara dengan 25 persen total produksi nasional yang mencapai 722.461 ton.

Provinsi dengan produksi kopi terbesar kedua adalah Lampung, yakni mencapai 106.746 ton, diikuti Jawa Timur dengan produksi 71,551 ton di urutan ketiga. Total produksi dari 10 provinsi penghasil kopi terbesar ini mencapai 643.398 ton atau sekitar 89 persen dari total produksi nasional.


Untuk Informasi lengkap, Silahkan hubungi kami:

PD. Karya Mitra Usaha
Supply High Performance Product and Providing Quality Services

Address :
Jln.Ring Road Utara No 134, Taman Yasmin VI, Bogor, Indonesia 16113

Hp :
082110947171

Email :
kmupertanian@gmail.com

Website :
www.toko-alat.com
www.mesinbatako.net
www.bortanah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *